Rabu, 15 Agustus 2012

sejarah komputer


Pengertian komputer

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalaharitmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Secara luas, Komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada. Adapun komponen komputer adalah meliputi : Layar Monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Printer (sbg pelengkap). Tanpa printer komputer tetap dapat melakukan tugasnya sebagai pengolah data, namun sebatas terlihat dilayar monitor belum dalam bentuk print out (kertas).
Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."
Saat ini, komputer sudah semakin canggih. Tetapi, sebelumnya komputer tidak sekecil, secanggih, sekeren dan seringan sekarang. Dalam sejarah komputer, ada 5 generasi dalam sejarah komputer.

[sunting]Generasi komputer

[sunting]Generasi pertama

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.
Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu memengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, Colossus bukan merupakan komputer serbaguna(general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.
Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvard-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengonsumsi daya sebesar 160kW.
Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.
Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usaha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur Von Neumann tersebut.
Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode biner yang berbeda yang disebut "bahasa mesin" (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum(yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dan silinder magnetik untuk penyimpanan data.

[sunting]Generasi kedua

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat memengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.
Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memprosesinformasi keuangan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karier baru bermunculan (programmer, analis sistem, dan ahli sistem komputer). Industr piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

[sunting]Generasi ketiga

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) pada tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

[sunting]Generasi keempat

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap piranti rumah tangga seperti microwave, oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection (EFI) dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit pada tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit pada tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena memopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga memopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.
Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Jaringan komputer memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga Local Area Network atau LAN), atau [kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.

[sunting]Generasi kelima

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001: Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.
Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi yang semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.

Selasa, 07 Agustus 2012

konsep-konsep geografi

24 Juli 2010

Konsep- Konsep Geografi

konsep- konsep Geografi
1. Lokasi, adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi atas :

a. Lokasi Absolut, lokasi menurut letak lintang dan bujur bersifat tetap.

b. Lokasi Relatif, lokasi yang tergantung pengaruh daerah sekitarnya dan sifatnya berubah.

2. Jarak, yaitu panjang antara dua tempat. Terdiri antara atas :

a. Jarak Mutlak, satuan panjang yang diukur dengan kilometer.

b. Jarak Relatif, jarak tempuh yang menggunakan satuan waktu

3. Keterjangkauan, menyangkut ketercapaian untuk menjangkau suatu tempat, sarana apa yang digunakan, atau alat komunikasi apa yang digunakan dan sebagainya.

4. Pola, berupa gambar atau fenomena geosfer seperti pola aliran sungai, pola pemukiman, lipatan patahan dan lain-lain.

5. Morfologi, menunjukkan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang membentuk dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan.

6. Aglomerasi, pengelompokan fenomena di suatu kawasan dengan latar belakang adanya unsur-unsur yang lebih memberi dampak positif.

7. Nilai Kegunaan, manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang.

8. Interaksi Interdependensi, keterkaitan ruang antara satu dengan yang lain, misalnya interaksi antara desa dengan kota.

9. Diferensiasi Area, daerah-daerah yan terdapat di muka bumi berbeda satu sama lain. Dapat dicermati dari corak yang dimiliki oleh suatu wilayah dengan wilayah yang lainnya.

10. Keterkaitan keruangan, hubungan antara penyebaran suatu unsur dengan unsur yang lain pada suatu tempat.

Konsep Geografi

1. Globalisme
Konsep ini terwujud dari hasil studi tentang bumi sebagai suatu bentuk “sphaira” atau bola, dan bumi sebagai bagian dari tata-surya. Bentuk bumi seperti itu (speroid), peredarannya, dan hubungannya dengan matahari, menghasilkan kejadian-kejadian penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup yang lain. Inklinasi sumbu-sumbu dan revolusi bumi mengelilingi matahari menghasilkan musim dan zona iklim; rotasi bumi menimbulkan gejala siang-malam, mempengaruhi gerakan air dan udara. Studi tentang globe sebagai model (miniatur) dari bumi memberikan dasar pengertian tentang grid-paralel dan meridian, yang selanjutnya memberikan pengertian tentang waktu, letak geografis, hakikat skala, distorsi peta.
Pengetahuan tentang hubungan bumi-matahari, grid, skala, distorsi peta itu sangat mendasar bagi geografi.

2. Diversitas dan Variabilitas
Gejala-gejala permukaan bumi tidak sama dan tidak tersebar merata, menimbulkan kebedaan atau diversitas dari tempat ke tempat. Ada tiga buah konsep penting yang berkaitan dengan pengertian diversitas tersebut, yaitu pola, kebedaan areal, dan regionalisasi.

a. Pola
Gejala-gejala alam yang tersebar tidak merata pada permukaan bumi membentuk aneka ragam pola yang digambarkan pada peta dalam berbagai ragam skala. Contohnya : pola iklim dunia, pola persebaran gunung-api, pola pengaliran sungai Jeneberang, pola okupasi manusia (berladang, bertani, berdagang, industri), pola pemukiman, pola lalu-lintas, dsb. Pola-pola dari berbagai ragam gejala tersebut dapat digolong-golongkan dan dipelajari secara sistematis. Gabungan dari berbagai macam pola di suatu tempat atau wilayah akan menentukan ciri-ciri tertentu dan memberikan corak khas dari berbagai area. Keadaan areal yang berbeda-beda tersebut menjadi perhatian para ahli geografi.

b. Kebedaan Areal
Kebedaan areal merupakan konsep dasar geografi. Pada umumnya kebedaan areal tersebut mengacu kepada variabilitas dari permukaan bumi. Tidak ada dua tempat atau kawasan di dunia ini yang identik sama.
Geografi terwujud karena hasrat manusia untuk mengerti tentang kebedaan (diversitas) dari permukaan bumi, yaitu kebedaan areal. Dunia ini terdiri dari tempat-tempat dan kawasan yang berbeda satu sama lain sebagai akibat dari kejadian paduan (konfigurasi) gejala-gejala yang berada di atasnya.

c. Regionalisasi
Sungguhpun tidak ada dua tempat yang persis sama, namun ada wilayah-wilayah geografis yang sedikit-banyak memiliki kesamaan. Wilayah yang relatif sama atau homogen itu disebut kawasan atau region.
Lingkup kawasan (region) ditentukan oleh dasar alasan yang berbeda-beda, tergantung tujuan penyelidikan. Ada yang dasarnya kesamaan tunggal, misalnya penduduk; ada yang berdasarkan kesamaan jamak seperti iklim, vegetasi serta pertanian. Kawasan juga dapat disatukan berdasarkan intensitas hubungan. Kawasan fungsional demikian itu, contohnya sebuah pusat perdagangan di sebuah kota. Batas-batas kawasan merupakan zona yang relatif sempit (jadi bukan garis), dimana beberapa gejala atau kombinasi beberapa gejala menandai batas tersebut. Kedudukan batas-batas kawasan dapat berubah-ubah dari tempat ke tempat. Regionalisasi merupakan alat untuk dapat melakukan deskripsi dan memiliki pengertian tentang aneka-ragam kawasan dalam kurun waktu tertentu. Adapun geografi yang mempelajari kawasan atau region tersebut diberi nama Geografi Wilayah atau Geografi Regional.

3. Lokasi Keruangan dan Areal

a. Ruang-bumi
Aristoteles percaya bahwa ruang merupakan kondisi logis bagi tercapainya gejala-gejala. Newton menganggap ruang sebagai “wadah” dari obyek. Berkley melihat ruang sebagai konsep mental berdasarkan koordinasi penglihatan dan pendengaran kita. Leibniz mengartikan nilai sebagai suatu gagasan yang kita ciptakan agar dapat menstruktur hubungan di antara obyek-obyek yang kita pelajari. Bila obyek ditiadakan, maka ruang akan lenyap. Jadi menurut Leibniz, ruang bersifat subyektif dan relatif. Pernyataan kita tentang ruang sangat berbeda-beda berdasarkan latar-belakang ilmu pengetahuan yang kita miliki.
Bagi geografi, yang dimaksud dengan ruang ialah ruang bumi, dan yang diartikan sebagai “wadah” dari gejala-gejala maupun sebagai ciri dari obyek atau gejala-gejala yang secara subyektif kita ciptakan. Ruang bumi diisi oleh segala macam benda, obyek, atau gejala material dan non material yang terwujud pada permukaan bumi. Asosiasi yang kompleks dari perwujudan berbagai gejala material dan non material itu merupakan hasil dari proses perubahan yang kontinyu (berkelanjutan) merupakan hasil proses dari urutan-urutan kejadian. Ada proses fisik, proses biotik, dan juga proses budaya. Proses-proses tersebut saling berinteraksi membentuk aneka ragam paduan (konfigurasi) gejala pada permukaan bumi, merupakan sistem manusia-lingkungan (men-environment system) yang disebut juga sebagai sistem keruangan (spatial system).

b. Situs
Situs (site) erat hubungannya dengan suatu gejala pada suatu letak fisis (physical setting) pada areal yang ditempatinya. Karena itu untuk mengerti tentang situs perlu pula mengerti tentang gejala-gejala fisis yang terdapat pada setiap kawasan atau region.
Gejala-gejala yang biasanya diselidiki oleh geografer dalam menguraikan dan menilai suatu situs ialah:
1) Bentuk-bentyuk permukaan (dataran rendah, pebukitan, pegunungan, lembah, plato, pulau, semenanjung, dsb.).
2) Perairan (perairan air sungai dan air laut, drainage, sungai, danau, rawa, lautan, dsb.).
3) Iklim (suhu, kelembaban, angin, curah hujan).
4) Tanah dan materi tanah.
5) Vegetasi (hutan, padang rumput, sabana, mangrove, dsb.).
6) Mineral (minyak bumi, batubara, emas, dsb.).
7) Situasi (situation), menjelaskan gejala dalam hubungannya dengan gejala lain. Misalnya hubungan tempat dengan tempat. Dalam hal ini diperlukan konsep jarak dan arah, juga hubungan fungsional antar tempat atau wilayah.
Isi lokasi bukanlah sekedar posisi atau kondisi atau situasi arah dan jarak yang menyangkut tempat atau wilayah, tetapi juga menyangkut persebaran dari gejala-gejala pada permukaan bumi

c. Ketersangkutpautan (interelatedness)
Para ahli geografi percaya akan adanya kebersangkut-pautan di antara tempat-tempat pada permukaan bumi dan gejala-gejala pada suatu area. Istilah-istilah seperti interdependensi, interkoneksi, interaksi keruangan, dan assosiasi areal menguraikan dan menjelaskan saling hubungan antar tempat dan antar gejala pada permukaan bumi.

1) Assosiasi areal
Assosiasi areal menyatakan identifikasi kepada hubungan sebab akibat (kausalitas) antara gejala manusia dengan lingkungan fisiknya, yang menimbulkan ciri-ciri yang berbeda-beda pada berbagai tempat dan wilayah. Preston James menganggap konsep ini sebagai inti dari mana teori-teori geografi terbentuk. Penekanan dari konsep assosiasi ialah menunjuk kepada adanya kombinasi atau paduan (konfigurasi) dari gejala-gejala yang dapat menimbulkan kebedaan dari tempat ke tempat. Contoh sederhana dari peristiwa ini ialah hubungan antara persebaran penduduk dengan faktor kelembaban lingkungan.

2) Interaksi keruangan
Merupakan saling hubungan antara gejala-gejala pada tempat-tempat dan area-area yang berbeda-beda di dunia. Semua tempat pada permukaaan bumi itu diikat oleh kekuatan alam dan manusia (sumberdaya alam dan sumberdaya manusia). Terjadi gerak dari gejala-gejala tersebut dari tempat ke tempat; udara, air laut, tumbuhan dan hewan, serta manusia. Setiap kejadian berkenaan dengan hal itu akan mencerminkan adanya interaksi antar tempat. Manusia sebagai “pencipta” ilmu dan teknologi mampu berinteraksi dan bergerak dalam ruang secara leluasa melalui komunikasi dan transportasi. Migrasi dan bentuk-bentuknya misalnya terjadi di mana-mana dan menimbulkan dampak baik positif maupun negatif terhadap kehidupan sosio-budaya manusia. Semua itu menimbulkan peredaran/sirkulasi gejala-gejala secara intensif di seluruh ruang di dunia.

(a) Peredaran atau sirkulasi : menyangkut gerak dari gejala fisik, manusia, barang, dan gagasan (ide) ke seluruh penjuru dunia. Meliputi antara lain difusi kebudayaan, distribusi, perdagangan, migrasi, komunikasi dan lain sebagainya.
(b) Interdependensi : Merupakan bentuk saling-hubungan karena peredaran gejala-gejala. Dalam interdependensi, kadar ikatannya lebih kuat dan lebih nyata daripada peristiwa interrelasi. Dunia sekarang sebenarnya merupakan masyarakat-masyarakat dunia dengan saling ketergantungan yang kuat di antara negara-negara (Asean, MEE, PBB).
(c) Perubahan : Salah satu aspek paling penting di dalam geografi dunia ialah ciri dinamika dari gejala-gejala. “Panta Rhei” kata Heraklites, yang artinya “semua mengalir”. Memang di dunia ini tidak ada yang diam mutlak; apakah itu gejala alami maupun gejala buatan manusia. Manusia bersama alam mengubah ciri-ciri dari bumi.
Geografi merupakan studi tentang masa kini. Tetapi untuk mengetahui masa sekarang, perlu mengetahui pula masa lalu (sejarah). Dalam hal ini geografi melakukan rekonstruksi kejadian-kejadian. Perubahan yang tercantum pada peta menunjuk kepada perubahan tempat dan wilayah pada permukaan bumi.
Erat hubungannya dengan konsep perubahan, ialah konsep proses. Proses ialah kejadian yang berurutan yang menimbulkan perubahan, dalam batas waktu tertentu. Permukaan bumi ini menjadi begitu kompleks karena adanya proses-proses dalam berbagai tingkat dan tempo (Preston James). Ada tiga macam proses, yaitu proses fisik, proses biotik, dan proses sosial. Di dalam geografi ketiga macam proses tersebut dalam kenyataannya adalah satu proses utuh; penggolongan tersebut (analisis kategori) hanya berlaku dalam penyelidikan dan kajian saja.

e. Wilayah Kebudayaan
Salah satu konsep dari Geografi modern ialah menyangkut penyesuaian dan pengawasan manusia (kontrol) terhadap lingkungan fisiknya. Keputusan yang diambil manusia tentang penyesuaian dan pengawasan terhadap lingkungan fisis tersebut sangat ditentukan oleh pola kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing masyarakat. Kebudayaan dapat diartikan secara sempit dan secara luas. Secara sempit sebagai aspek yang menarik seperti kesenian, tata-krama, ilmu dan teknologi. Secara luas kebudayaan diartikan sebagai hasil dari daya akal atau daya budi manusia yang merupakan keseluruhan yang kompleks menyangkut pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, adat, hukum dan lain-lain. Kemampuan atau kebiasaan yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat (E.B.Taylor).
Di dalam Geografi, kebudayaan diartikan secara luas. Herskovits mengartikannya sebagai “man-made part of the environment”, sedang C.Kluckhohn sebagai “way of live”. P.V. de la Blache menyebutnya sebagai “genre de vie”, yaitu tipe-tipe proses produksi yang dipilih manusia dari kemungkinan-kemungkinan yang diberikan oleh tanah, iklim, dan ruang yang terdapat pada suatu wilayah atau kawasan, serta tingkat kebudayaan (dalam arti sempit) di wilayah tersebut.

(buta geografi). Bahwa semua cabang ilmu pengetahuan empiris yang masing-masing mempelajari gejala (phenomena) di permukaan bumi tanpa memahami dan peduli sistem interrelasi, interaksi, dan interdependensi bagian permukaan bumi (space, area, wilayah, kawasan) itu dengan manusia pasti akan membuat kerusakan di muka bumi.
Geografi tetap konsisten dengan obyek studinya yaitu melihat satu kesatuan komponen alamiah dengan komponen insaniah pada ruang tertentu di permukaan bumi, mengkaji faktor alam dan faktor manusia yang membentuk integrasi keruangan di wilayah yang bersangkutan. Geografi pun mengajarkan kearifan teknologi dalam mengelola alam lingkungan hidupnya manusia.

Konsep adalah pengertian-pengertian yang menunjuk pada sesuatu. Konsep essensial suatu bidang ilmu merupakan pengertian-pengertian untuk mengungkapkan atau menggambarkan corak abstrak fenomena essensial dari obyek material bidang kajian suatu ilmu. Oleh karena itu konsep dasar merupakan elemen penting dalam memahami fenomena yang terjadi.

1. Konsep Lokasi

Terdapat dua pengertian lokasi yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Yang dimaksud dengan lokasi absolut adalah lokasi yang berhubungan dengan posisi menurut koordinat garis lintang dan garis bujur. Contoh : Indonesia terletak diantara 60 LU-110 LU dan diantara 950 BT-1410 BT.

Sedangkan yang dimaksud dengan lokasi relatif adalah lokasi berdasarkan lingkungan sekitarnya. Contoh : Indonesia terletak antara Benua Asia dan Australia.

2. Konsep Jarak

Dalam kehidupan sosial ekonomi, jarak memiliki arti penting. Dalam geografi jarak dapat diukur dengan dua cara, yaitu jarak geometrik dinyatakan dalam satuan panjang kilometer dan jarak waktu yang diukur dengan satuan waktu(jarak tempuh).

3. Konsep Keterjangkauan/Accessibility

Sulit atau mudahnya suatu lokasi untuk dapat dijangkau dipengaruhi oleh lokasi, jarak dan kondisi tempat. Misalnya, suatu daerah pedalaman yang hanya terdapat jalan setapak tentu merupakan daerah yang sulit dapat dijangkau.

4. Konsep Pola

Pola merupakan tatanan geometris yang beraturan. Contoh, penerapan konsep pola adalah pola permukiman penduduk yang memanjang mengikuti jalan raya atau sungai.

5. Konsep Geomorfologi

Yang dimaksud geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi. Ilmu geografi tidak terlepas dari bentuk-bentuk permukaan bumi, seperti pegunungan, perbukitan, lembah dan dataran. Hal inilah yang menyebabkan permukaan bumi merupakan obyek studi geografi.

6. Konsep Aglomerasi

Aglomerasi merupakan kecenderungan pengelompokan suatu gejala yang terkait dengan aktivitas manusia. Misalnya pengelompokan kawasan industri, pusat perdagangan dan daerah pemukiman.

7. Konsep Perbedaaan Wilayah

Terdapat perbedaan antara wilayah satu dengan wilayah lain. Perbedaan ini kemudian menimbulkan suatu hubungan atau interaksi suatu wilayah dengan wilayah lainnya.

8. Konsep Nilai Kegunaan

Nilai kegunaan suatu sumber bersifat relatif.

Misalnya pantai mempunyai nilai kegunaan yang tinggi sebagai tempat rekreasi bagi warga kota yang selalu hidup dalam keramaian, kebisingan dan kesibukan.

9. Konsep Interaksi

Interaksi merupakan terjadinya hubungan yang saling mempengaruhi antara suatu gejala dengan gejala lainnya. Contohnya adalah perbedaan kondisi antara daerah pedesaan dan perkotaan yang kemudian dapat menimbulkan suatu kegiatan interaksi seperti halnya penyaluran kebutuhan pangan, arus urbanisasi maupun alih tehnologi.

10. Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan antara suatu fenomena dengan fenomena lainnya merupakan suatu keterkaitan keruangan. Misalnya hubungan antara kemiringan lereng di suatu wilayah dengan ketebalan lapisan tanah serta hubungan antara daerah kapur dengan kesulitan air.

Banyak ahli geografi mengajarkan dan terus mencari konsep yang relevan atas kehidupan sehari-hari. Pengetahuan geografi ini penting untuk memahami apa saja yang kita kerjakan setiap hari atau pada saat-saat tertentu, dan bagaimana kegiatan rutin sehari-hari (seperti berangkat ke tempat kerja/sekolah) mempengaruhi lingkungan sekeliling kita (misalnya kemacetan, atau polusi udara yang memberi sumbangan pada pemanasan global). Penekanan ini membawa kegiatan sehari-hari pada konteks yang lebih besar - terutama konteks keruangan - sehingga meningkatkan kesadaran kita pada kegiatan dan kehidupan pribadi, dan konteks sosio-spatial mulai dari skala kecil (lingkungan tempat tinggal) sampai skala besar (global). Kita sering beranggapan bahwa kita tidak perlu mempelajari geografi karena toh kita sudah "tahu". Praktisi geografi yang naif menganggap "Geografi lebih banyak merupakan pengetahuan umum" - mereka bahkan menunjukkan bahwa pengetahuan geografi mereka yang naif adalah salah atau sangat tidak lengkap (lihat saja kuis-kuis yang banyak di televisi seperti "Kuis Siapa Berani" atau "Who Wants to be a Millionaire"). Banyak orang tidak ingin mempercayai bahwa mereka harus mengetahui konsep geografi seperti lokasi, pengenalan tempat, penghitungan jarak, persebaran dan konteks regional. Untuk menggambarkan kelemahan keadaan ini, penulis akan memberikan contoh yang menunjukkan bahwa ternyata masyarakat menerapkan geografi - bahkan jika mereka tidak tahu bahwa mereka melakukannya. Berikut adalah daftar kegiatan yang kita semua lakukan.

Hal-hal berbau geografis yang anda lakukan :

1.Memilih di mana anda tinggal.
2.Memilih bagaimana atau lewat mana anda pergi ke tempat kerja.
3.Mencari di mana pasar, supermarket, pertokoan, dokter atau sekolah terdekat.
4.Memilih tempat berlibur dan bagaimana cara pergi ke sana.
5.Memahami perubahan lingkungan lokal dan global sehingga mempengaruhi jenis pakaian apa yang anda akan bawa/beli jika anda akan mengunjungi suatu tempat.
6.Pada sebuah perjalanan yang panjang dengan kendaraan sendiri, memperkirakan di mana kota yang cukup besar sehingga anda akan bisa mencari penginapan untuk beristirahat.
7.Mengetahui dimana restoran masakan etnis/negara tertentu berada dalam sebuah kota.
8.Mengetahui lokasi yang disebutkan pada siaran berita baik nasional maupun internasional.
9.Menyiapkan materi-materi yang dibutuhkan untuk pergi ke suatu tempat (nasional maupun internasional) misalnya untuk pekerjaan.
10.Berjalan-jalan di sekitar rumah dan kembali dengan selamat.
11.Mencari mobil anda di tempat parkir.
12.Berjalan di rumah anda dalam keadaan gelap - misalnya karena mati listrik - tanpa menabrak perabotan atau tembok.
13.Mencari jalan kembali ke hotel di kota yang baru pertama kali anda kunjungi.
14.Mencari di mana tempat rekreasi.
15.Memilih tim olahraga (sepakbola, basket) yang anda sukai.
16.Memilih koran yang akan anda beli.
17.Mengerti akan interaksi internasional dan aliran barang yang membuat barang konsumsi anda tetap segar di toko langganan anda.
18.Mengetahui apakah Padang lebih utara atau selatan dibandingkan Samarinda.
19.Mengerti mengapa sulit membangun rumah di tempat berlereng dengan tanah yang tidak stabil.
20.Bertanya-tanya kenapa orang tetap saja tinggal di tempat yang sering kebanjiran, kebakaran, gempa bumi, emisi listrik tegangan tinggi atau terkena polusi industri.
Penulis mencoba menjabarkan beberapa konsep geografi dan konsep spatial dari daftar di atas menjadi sebagai berikut :

1.Masalah Lokasi : Di mana saya parkir ? Mungkin ini pertanyaan yang paling sering (dan menjengkelkan) dijumpai dan merupakan salah satu pengenalan lokasi - hal mendasar dalam geografi.Geografi adalah ilmu yang menekankan pada lokasi dan tempat. Mempelajari pola kota-kota di Jawa Tengah, perladangan di Kalimantan, pertambangan emas di Afrika Selatan atau sumber berjangkitnya penyakit di Jakarta secara esensi sama dengan mencari lokasi sekolah untuk anak anda, toko, tempat rekreasi, masjid, gereja, dan restoran. Kita menyerap informasi ini secara visual dari siaran berita televisi atau iklan, kita mendapatkan deskripsi tertulis dari koran, jurnal, majalah, kita mendengar lewat siaran radio, atau mungkin mendapatkan informasi itu dari teman, tetangga atau karena melihat langsung saat melewati tempat-tempat itu. Informasi yang kita serap tentang tempat dan lokasinya itu geografis - merujuk pada suatu tempat. Saat kita terlibat percakapan tentang suatu peristiwa yang sedang hangat, kita mengutip informasi yang diambil dari memori otak kita, atau yang sudah diolah dengan proses informasi spatial. Ini membutuhkan integrasi dari sejumlah informasi spatial yang berbeda sehingga memberikan pengertian yang lebih baik atas suatu masalah. Jadi, dimana anda parkir tadi ? Apakah dekat dengan tanda tertentu ? Apakah di blok atau lantai tertentu ? Apakah dekat dengan pintu masuk tempat parkir ? Apakah menghadap jalan atau menghadap gedung ? Apakah dekat atau jauh dengan pintu masuk gedung ? Dari mana anda masuk ke gedung tersebut ? Dari mana keluarnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini melibatkan pencarian pada "mental map" yang sudah terbentuk dari pengalaman anda atau dari yang anda lihat. Dan apa yang lebih simbolis pada pemikiran geografis dari pada membuat (pada memori anda) dan menggunakan peta untuk memecahkan masalah lokasi anda ? Fakta sederhana ini mengubah dunia teknologi informasi. Informasi menjadi ber-"georeferensi" pada derajat yang terus meningkat: mempelajari sifat keruangan inilah yang merupakan jantung dari Ilmu Informasi Geografis, dan teknologi SIG/GIS menggunakan metafora geografis dan keruangan sebagai antarmuka dan mesin pencari atas data yang bisa diakses secara digital.

2.Meng-overlay sejumlah informasi : Mencari tempat untuk tinggal adalah hal yang diperlukan semua orang. Keterlibatan geografi menjadi sangat penting dalam hal ini. Di mana anda mencari ? Dalam konteks hubungan lokasional antara tempat tinggal dan tempat kerja, geograf mendapatkan bahwa kedekatan spatial ke tempat kerja sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan, selebihnya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial dan hambatan lainnya. "Ketidakcocokan spatial" terjadi jika seseorang harus tinggal jauh dari tempat dia kerja - misalnya seseorang harus tinggal jauh dipinggir atau bahkan di luar kota karena tidak mampu menyewa atau membeli rumah yang dekat dengan tempat kerjanya. Bahkan keadilan sosial didasarkan atas konsep geografis dan informasi geografis.

Di Amerika Serikat, jika kita ingin mencari tempat tinggal, agen dari perumahan akan bertindak sebagai perantara yang membantu memberikan beberapa alternatif (untuk disewa atau dibeli). Mereka mempelajari ekonomi, sosial, budaya, usia, pendapatan dan karakteristik keluarga calon pembeli dan mencocokkannya dengan kualitas rumah dan karakteristik lingkungan. Tetapi jika kita lihat lagi, ada sejumlah paradoks geografis yang menarik. Misalnya, harga tanah di sebagian besar daerah yang terletak di pusat kota sangat tinggi karena lokasinya dan kemudahannya mencapai daerah lainnya di kota tersebut. Tetapi ternyata bagian pusat kota lebih banyak dihuni oleh penduduk yang berpendapatan sedikit. Mereka rela tinggal di areal tempat tinggal yang sempit dan berdesak-desakan beberapa keluarga (pada suatu apartemen atau rumah). Paradoksnya - seperti dinyatakan oleh ilmuwan regional William Alonso sekitar lima puluh tahun yang lalu - adalah di banyak kota penduduk yang berpendapatan sedikit menempati daerah yang paling mahal dan terpaksa menggunakan sedikit tempat dengan basis perkapita, sehingga menyebabkan kepadatan penduduk yang tinggi di bagian itu, sedangkan penduduk yang berpendapatan tinggi tinggal di daerah yang lebih murah ke arah pinggir kota tetapi lebih luas, sehingga kepadatan penduduk di daerah itu (pinggir kota) menjadi lebih rendah dibanding di pusat kota. Hasilnya adalah "gradien kepadatan" penduduk menurut jarak dari pusat kota dan satu dari generalisasi yang banyak digunakan oleh para geograf tentang fenomena distribusi spatial - bahwa kejadian dari banyak hubungan menunjukkan pengurangan menurut jarak atau penurunan frekuensi atas jarak dari pusatnya. Generalisasi ini juga berlaku pada frekuensi migrasi, panggilan/penggunaan telepon, dan banyak kegiatan lainnya.

Hasilnya adalah kepadatan penduduk yang tinggi di bagian paling tengah kota dan kepadatan rendah di pinggir kota - fakta yang mudah diamati dari kehidupan sehari-hari tetapi kita tidak sadar bahwa itu termasuk geografi. Geograf atau ahli geografi, mencoba memahami lingkungan kota dan membakukan "pengetahuan umum" ini dengan membangun teori dan membuat kebijakan darinya. Dengan demikian, kejadian sehari-hari yang "kita semua tahu", tetapi membutuhkan pengetahuan yang formal untuk menyatakan dan mempengaruhi kebijakan kota, mencapai kelengkapan dengan menanyakan pertanyaan geografi sederhana - di mana orang tinggal dan mengapa di sana ?

3.Di mana saya ? Mengetahui di mana anda berada sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, tidak mengetahui di mana anda berada berarti anda tersesat. Seorang penglaju yang menggunakan KRL mungkin tidak akan begitu peduli di mana dia berada saat dalam perjalanan. Tetapi lupa akan sebuah penanda yang menjadi petunjuk lokasi secara absolut atau relatif di mana dia berada akan membuat perjalanannya menjadi kacau - misalnya terlewat atau mungkin belum sampai tetapi sudah turun - dan memaksa untuk mencari tahu lagi untuk mencapai tujuan. Contoh lainnya, mengetahui di mana anda berada, mencari arah ke tempat fasilitas umum, memilih aktivitas (misalnya, daerah/bank/toko mana yang harus dikunjungi), kegiatan sosial (misalnya, Apakah sekarang lebih dekat ke rumah teman atau ke bioskop ?), atau kegiatan lainnya baik sudah atau belum direncanakan yang bergantung pada pengetahuan anda atas lokasi anda berada.

Konsep dasar geografi yg esensial, ada 10 yaitu :
1. Konsep Lokasi : Letak suatu tempat di permukaan bumi.
1.1. Lokasi Absolut : Tempatnya tetap.
1.2. Lokasi relative : tempatnya bias berubah karena factor tertentu.

2. Konsep jarak : Jark antara tempat satu ke tempat lain.
2.1. Jarak Absolut : Diukur dgn satuan ukuran.
2.2. Jarak relative : Dikaitkan factor waktu ekonomi dan psikologis.

3. Konsep keterjangkauan :
Hub. Antara satu tempat dgn tempat yg lain, dikaitkan dgn sarana dan prasarana angkutan.

4. Konsep pola :
Berkaitan dgn persebaran fenomena geosfer di permukaan bumi.
Contoh : Persebaran flora dgn fauna.

5. Konsep Morfologi :
Berkaitan dgn fauna bentuk permukaan bumi, sebagai akibat tenaga eksogen dan endogen.
Contoh : Pegunungan, lembah, dataran rendah.

6. Konsep Aglomerasi :
Pemusatan penimbunan suatu kawasan
contoh : kawasan industri, pertanian, pemukiman.

7. Konsep nilai kegunaan :
Suatu nilai guna tempat –tempat di bumi.
Contoh : tempat wisata.

8. Konsep Interaksi dan Interpendensi :
Saling berpengaruh dan ketergantungan antara gejala di muka bumi.
Contoh : Antara desa dgn kota.

9. Konsep Deferensiasi Areal:
Fenomena yg berbeda antara tempat yg satu dgn yg lain.
Contoh : Areal pedesaan khas dan corak persawahan.

10. Konsep keterkaitan keruangan :
Keterkaitan persebaran suatu fenomena dgn fenomena lain.
Contoh : daerah pantai pada umumnya bermata pencaharian nelayan.

1. Konsep Lokasi
Konsep ini berkaitan dengan letak suatu tempat di permukaan bumi.
Konsep ini terbagi menjadi dua yaitu:
a. Lokasi Absolut : Lokasi yang tetap dan tidak berubah ubah.
Contoh: Suatu tempat dilihat dari garis lintang dan garis bujur.
b. Lokasi Relatif : Lokasi yang berubah dipengaruhi oleh faktor tertentu.
Contoh: Bali dulu termasuk waktu indonesia bagian barat, sekarang termasuk waktu wilayah indonesia tengah.

2. Konsep Jarak
Konsep ini berkaitan dengan Jarak antara satu tempat dengan tempat yang lain.
Konsep ini terbagi menjadi dua yaitu:
• Jarak Absolut: Jarak yang diukur dengan satuan ukur
Contoh: jakarta sampai ke karawang = 63km
• Jarak Relatif: Jarak yang berkaitan dengan faktor waktu, ekonomi,dll.
Contoh: Satu jam pelajaran = 45 menit

3. Konsep Keterjangkauan
Hubungan antara satu tempat dengan satu tempat yang lain dikaitkan dengan keadaan permukaan bumi dan tersedianya sarana dan prasarana angkutan atau alat komunikasi. (Mudah/Sulitnya suatu lokasi untuk dijangkau).
Contoh : Sarana angkutan kota terhadap kehidupan manusia

4. Konsep Pola
Konsep ini berkaitan dengan persebaran fenomena geosfer dipermukaan bumi.
Contoh: Persebaran jenis flora,fauna,dll

5. Konsep Morfologi
Konsep ini berkaitan dengan bentuk pemukaan bumi, sebagai akibat dari tenaga endogen dan eksogen.
Contoh: Pegunungan, lembah,dll yang dimanfaatkan bagi kehidupan manusia

6. Konsep Aglomerasi
Konsep ini berkaitan dengan pemusatan, penimbunan, pengelompokan pada suatu tempat atau kawasan.
Contoh : Kawasan industri, pertanian, pemukiman.

7. Konsep Nilai Kegunaan
Konsep ini berkaitan dengan nilai guna tempat-tempat dipermukaan bumi berkaitan dengan manfaat dari fenomena yang ada dan bersifat relatif
Contoh : Nilai guna daerah pegunungan, laut, sungai, bagi setiap orang.

8. Konsep Interaksi dan Interdependensi
Saling berpengaruh dan ketergantungan antara gejala dimuka bumi.
Contoh : Perbedaan desa dan kota

9. Konsep Deferensi Areal (Perbedaan Wilayah)
Fenomena yang berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Konsep ini berkaitan dengan perbedaan corak antara wilayah dipermukaan bumi dengan ciri-ciri khusus yang membedakan dengan daerah lain atau disebut region.
Contoh: Corak khas wilayah pedesaan

10. Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain disuatu tempat atau ruang.
Contoh: Daerah pantai pendudukya bermata pencaharian sebagai nelayan karena dekat laut.

Pembangunan pabrik semen perlu memperhatikan keberadaan gunung batu kapur, sarana transportasi, dan pemasaran.

Konsep Geografi yang berkaitan dengan hal itu adalah…..

A. konsep diferensiasi area

B. konsep interaksi/independensi

C. konsep keterkaitan keruangan

D. konsep keterjangkauan

E. konsep lokasi


Kupasan:

● Soal ini mengacu pada:

- Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 1:

Menganalisis hakikat, obyek, ruang lingkup, prinsip, konsep,

aspek, dan pendekatan Geografi.

- Kemampuan Yang Diuji (KYD):

Menjelaskan penggunaan konsep dasar dan pendekatan

Geografi dalam rangka memahami fenomena geosfer.

- Materi: Konsep Geografi.

- Kelas/semester: X/1.

●Indikator soal:

Disajikan stimulus tentang pembangunan pabrik semen perlu

memperhatikan keberadaan gunung kapur, sarana transportasi,

dan pemasaran, siswa dapat mengemukakan konsep Geografi

yang dimaksud.

● Ranah: kognitif—penerapan (C3).

● Tingkat kesulitan soal: sedang.

● Stimulus, stem/kalimat soal dan pilihan jawaban yang disajikan

mudah dimengerti oleh siswa, instruktif dan operasional.

● Penekanan soal tersebut terletak pada konsep keterkaitan

keruangan. Konsep keterkaitan keruangan adalah: konsep yang

menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena

dengan fenomena yang lain di suatu tempat atau ruangan, baik

yang menyangkut fenomena alam, tumbuh-tumbuhan, maupun

sosial. Konsep ini disebut pula dengan konsep asosiasi keruangan

(Bambang Nianto Mulyo dan Purwadi Suhandini, 2007:10—11).

Derajat keterkaitan yang dimaksud adalah adanya keterkaitan

antara fenomena pembangunan pabrik semen yang tidak bisa

dipisahkan dengan fenomena keberadaan gunung batu kapur,

sebab bahan mentah/bahan baku pabrik semen adalah batu kapur.

Di sisi lain pembangunan pabrik semen terkait pula dengan

fenomena sarana transportasi untuk mengangkut bahan

mentah/bahan baku dari gunung batu kapur menuju pabrik di

satu sisi, dan untuk mengangkut semen hasil produksi pabrik

tersebut menuju pasar. Untuk bisa menjual produksinya, pabrik

tersebut juga terkait adanya fenomena pemasaran. Laku tidaknya

semen yang diproduksi pabrik tersebut terkait dengan fenomena

pemasaran yang ada.

● Dengan demikian soal tersebut jawabannya adalah: C.

● Tambahan:

Untuk mempertegas hal di atas, perlu ditambahkan pengertian

dari masing-masing konsep yang dijadikan pilihan jawaban pada

soal nomor 1 untuk paket A dan nomor 2 untuk paket B,

khususnya untuk pilihan jawaban A, B, D, dan E.

- Konsep diferensiasi area adalah konsep dalam Geografi yang

digunakan untuk mempelajari perbedaan gejala Geografi antara

daerah/wilayah yang satu dengan lainnya di permukaan Bumi

yang berpengaruh pada aktifitas manusia.

Contoh: batuan induk penyusun daerah Malang Utara berbeda

dengan batuan induk penyusun daerah Malang Selatan. Batuan

induk penyusun daerah Malang Utara adalah batuan induk

vulkanis, sedang Malang selatan batuan induknya adalah batuan

kapur (karst).

- Konsep interaksi/interdependensi adalah konsep dalam

Geografi yang digunakan untuk mempelajari adanya hubungan

timbal balik dan saling ketergantungan antara suatu

daerah/wilayah dengan daerah/wilayah lainnya.

Contoh: hubungan timbal balik dan saling ketergantungan

antara desa dengan kota. Desa menghasilkan bahan pokok dan

bahan mentah/bahan baku yang dibutuh oleh kota, sedang kota

menghasilkan barang-barang industri yang dibutuhkan oleh

desa. Lantaran itulah kedua wilayah tersebut saling

membutuhkan hingga terjadilah interaksi/interdependensi antara

masyarakat desa dengan masyarakat kota.

- Konsep keterjangkauan adalah konsep dalam Geografi yang

digunakan untuk mempelajari hubungan melalui transportasi

dan komunikasi suatu daerah/wilayah yg dipengaruhi oleh

faktor jarak, kondisi medan (kondisi daerah/wilayah), dan

ada/tidak adanya sarana angkutan dan komunikasi yang

berpengaruh pada aktifitas manusia. Berdasarkan hal ini ada

daerah/wilayah/tempat yang mudah dijangkau dan ada pula

daerah yang sulit dijangkau (sering disebut daerah

terasing/terisolasi/terpencil). Konsep ini sering pula disebut

dengan konsep aksesibilitas (accessibility).

Contoh: daerah-daerah di pedalaman Papua merupakan daerah-

daerah yang sulit dijangkau, mengingat daerahnya

berpegunungan tinggi (berelief sangat kasar) sehingga pesawat

terbang perintis merupakan sarana transportasi penting. Itupun

hanya pada jam-jam tertentu ketika cuaca tidak berkabut.

Sebaliknya Jakarta dapat diakses dengan berbagai sarana

transportasi dan komunikasi secara mudah dan cepat.

- Konsep lokasi adalah konsep dalam Geografi yang digunakan

untuk menjelaskan letak/posisi suatu gejala Geografi di

permukaan Bumi yang berpengaruh pada aktifitas manusia.

Konsep lokasi dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Lokasi absolut, ialah konsep lokasi yang berdasarkan

grid/koordinat (sering pula disebut letak astronomis), bersifat

mutlak/tetap. Untuk daerah yang relatif sempit menggunakan

1 (satu) garis lintang dan 1 (satu) garis bujur, sedang untuk

daerah/wilayah yang relatif luas menggunakan 2 (dua) garis

lintang dan 2 (dua) garis bujur.

Contoh: lokasi absolut Kota Malang adalah 8°LS dan

112°30’BT, sedang lokasi absolut Indonesia adalah antara

6°LU--11°LS dan 95°BT--141°BT.

b. Lokasi relatif, ialah konsep lokasi yang berdasarkan keadaan

sekitarnya atau juga berdasarkan peninjaunya, sehingga letak

ini bisa berubah-ubah. Lokasi relatif ini sering pula disebut

letak Geografis.

Contoh: Kota Malang terletak di sebelah selatan Kota

Surabaya dan terletak di sebelah utara Kepanjen. Contoh lain,

Indonesia terletak antara benua Asia dan benua Australia dan

terletak antara samudera Pasifik dan samudera Hindia.

Sumber:

1. Akhwan Nurhasan, dkk. 2009. Geografi (Lembar Kerja dan Tugas Siswa. Surabaya: Bintang Karya.

2. Gunawan Totok, dkk. 2007. Fakta dan Konsep Geografi. Jakarta: Inter Plus.

3. Harmanto Gatot. 2008. Geografi Bilingual. Bandung: Yrama Widya.

4. Nianto Mulyo Bambang dan Suhandini Purwadi. 2004 & 2007. Kompetensi Dasar Geografi 1. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

5. S. Sri Lestari. 2007. Geografi untuk SMA dan MA Kelas X. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa.

6. Sudarsono Agus. 2009. Geografi Kontekstual. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

7. Udayanti Atik dan Effendi Johan. 2008. Seri Pendalaman Materi Geografi SMA dan MA. Jakarta: Erlanga.

Pengertian Konsep Geografi

Konsep geografi(Nursid Sumaatmadja) adalah pola abstrak yang berkenaan dengan gejala-gejala konkret tentang Geografi. Pada dasarnya konsep geografi terbagi ke dalam dua bagian, yaitu sebagai berikut

1.Konsep Geografi secara Denotatif

Konsep Geografi secara denotative dapat menjelaskan berbagai pengertian gejala Geografi berdasarkan definisi atau kamus. Contoh : Erosi merupakan proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami dari suatu tempat ke tempat lain oleh suatu zat pengangkut yang bergerak di atas permukaan bumi.

2. Konsep Geografi secara Konotatif

Konsep Geografi konotatif memiliki arti yang lebih luas dibandingkan dengan arti secara harfiah. Di dalamnya menyangkut semua aspek yang berhubungan dengan konsep yang dibahas antara lain persebarannya, faktor pendorongnya, jenisnya, dan proses pembentukannya. Konsep Geografi bermanfaat untuk membimbing kita dalam berfikir dari sudut pandang Geografi. Berikut ini akan dijelaskan tiga pendapat yang mengungkapkan tentang konsep Geografi :

Konsep Geografi Menurut Ikatan Geografi Indonesia (IGI)

1.

Konsep Lokasi adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer dan konsep yang digunakan untuk menjawab pertannyaan where(dimana) terjadinya fenomena. Konsep lokasi dibagi atas : - Lokasi Absolut Lokasi berdasarkan garis lintang dan garis bujur, dan sifatnya tetap. Contoh : Indonesia terletak di 6˚LU - 11˚LS dan 95˚BT - 141˚ BT - Lokasi Relatif Lokasi yang artinya berubah-ubah karena dipengaruhi daerah sekitar. Contoh : Bagi seseorang yang tinggal di kec. Kepanjen, lokasi Stadion Kanjuruhan tidaklah jauh. Namun menurut orang yang tinggal di kec. Batu lokasi Stadion kanjuruhan cukup jauh.
2.

Konsep Jarak yaitu panjang antara dua tempat. Terdiri antara atas : - Jarak absolute : satuan panjang yang diukur dengan kilometer. -Jarak Relatif : jarak tempuh yang menggunakan satuan waktu.

Konsep jarak berkaitan dengan lokasi, kehidupan social, ekonomi, dan bersifat relative. Jarak juga berpengaruh terhadap harga dan nilai barang. Contoh : o Harga tanah akan semakin mahal jika jaraknya berdekatan dengan jalan raya o Harga produksi pertanian akan lebih mahal di pasar yang letaknya jauh dari dari pusat produksi dari pada pasar yang letaknya lebih dekat dengan tempat produksi

3.

Konsep Keterjangkauan Menyangkut ketercapaian untuk menjangkau suatu tempat, sarana apa yang digunakan, atau alat komunikasi apa yang digunakan dan sebagainya. Contoh: Daerah yang terletak dipedalaman hutanyang lebat akan terisolir dari daerah luar karena tidak adanya akses untuk menuju kesana.

4.

Konsep Pola Pola adalah sesuatu yang berulang sehingga menampakkan suatu bentuk yang konsisten. Konsep pola berkaitan dengan persebaran fenomena geosfer di permukaan bumi. seperti pola aliran sungai, pola pemukiman, lipatan patahan dan lain-lain. Contoh: Pola permukiaman penduduk biasanya terkait dengan ketersediaan SDA, sungai, jalan, dan bentuk lahan.\

5.

Konsep Morfologi Menunjukkan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang membentuk dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan. Dengan konsep morfolofi, orang akan mudah memperkirakan potensi lahan tertentu. Contoh : Daerah pegunungan cocok digunakan untuk pertanian dan perkebunan

6.

Konsep Aglomerasi atau Konsep Mengelompok Berkaitan dengan kecenderungan penyebaran obyek geografi di permukaan bumi. Pengelompokan fenomena di suatu kawasan biasanya karena adanya unsur-unsur yang lebih memberi dampak positif Contoh : - Adanya daerah kumuh dan daerah elit - Pengelompokan industry disuatu tempat (aglomerasi industri) - Didaerah pedesaan, pemukiman akan mengelompok di dekat lahan pertanian atau dekat dengan sumber air.
7.

Konsep Nilai Guna Konsep nilai guna, yaitu nilai sesuatu yang ditentukan atau dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lokasi, jarak, dan keterjangkauan. Manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang.

8.

Konsep Interaksi atau Interdependensi Menyatakan bahwa sesuatu yang ada di permukaan bumi terkait dengan objek lain dan tidak dapat berdiri sendiri. Contoh : interaksi antara desa dengan kota, orang kota membutuhkan bahan pangan dari desa dan sebaliknya orang desa membutuhkan alat-alat elektronik dan alat-alat produksi dari kota. i) Konsep Diferensiasi Areal Konsep diferensiasi areal, yaitu konsep yang memandang bahwa tidak ada suatu ruang di permukaan bumi yang sama. Pasti suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya. daerah-daerah yang terdapat di muka bumi berbeda satu sama lain. Dapat dicermati dari corak yang dimiliki oleh suatu wilayah dengan wilayah yang lainnya.

9.

Konsep Keterkaitan Ruang Memandang bahwa setiap kehidupan di suatu ruang tidak terlepas dari kehidupan di ruang sekitarnya. Konsep ini hampir sama dengan konsep interaksi, perbedaannya pada lingkup yang lebih luas. Jadi dapat diartikan sebagai, hubungan antara penyebaran suatu unsur dengan unsur yang lain pada suatu tempat. Contoh: Daerah pantai penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan, karena dekat laut. Ruang Kota Jakarta terkait dengan ruang Kota Bandung. Setiap akhir pekan, jalur atau jalan sekitar Puncak-Bogor selalu macet karena banyak orang Jakarta yang ingin berlibur di Bandung.

Konsep Geografi Menurut Henry J.Warman

Henry J.Warman mengemukakan 15 konsep Geografi yang dapat dipergunakan sebagai landasan untuk mengungkapkan gejala-gejala yang terrdapat di permukaan bumi. Dengan demikian, dapat dipahami adanya hubungan sebab-akibat, hubungan fungsi, proses terjadinya gejala, dan masalah-masalah Geografi yang terrdapat dalam kehidupan sehari-hari.

Konsep-konsep tersebut adalah sebagai berikut :

1) Konsep Regional (Regional concept).

2) Konsep Ruang Kehidupan (Life layer concept).

3) Konsep manusia sebagai makhluk yang paling dominan (Man ecological dominant concept).

4) Konsep Global (Globalism concept).

5) Konsep Interaksi Keruangan (Spatial interaction concept).

6) Konsep Hubungan Antartempat (Areal relationship concept).

7) Konsep tempat yang sama (Areal likenesses concept).

8) Konsep perbedaan tempat (Areal differences concept).

9) Konsep keunikan tempat (Areal uniquenesses concept).

10) Konsep persebaran lokasi (Areal distribution concept).

11) Konsep lokasi relative (Relative location concept).

12) Konsep perbandingan keuntungan (Comperative advantage concept).

13) Konsep perubahan yang terus-menerus (Perpetual transformation concept).

14) Konsep penetapan sumber budaya (Culturally defined resources concept).

15) Konsep Bumi bulat pada bidang datar (Round Earth on flat paper concept).

Konsep Geografi Menurut Getrude WippleGetrude Wipple kemudian menyederhanakan 15 konsep tersebut menjadi lima konsep utama,
yaitu sebagai berikut :

a. Bumi sebagai sebuah planet (The Earth as a planet).

b. Keragaman cara hidup (Varied ways of living).

c. Keragaman region alam (Varied natural regions).

d. Arti manfaat region bagi manusia (Significance of region to man).

e. Peranan lokasi dalam memahami berbagai kejadian didunia (The importance of location in understanding world
affairs)

lukaku-d'masiv


Lirik Lagu D’Masiv Lukaku Lyrics

Browse: / / / Sebenarnya ku tak pernah ada rasa cinta
Aku tak mengerti
Seolah kau beri harapan yang pasti
Membuaiku dengan penuh keindahan
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Tanpa disadari cinta itu hadir
Dan aku tak sanggup menghindari
Kau berikan aku kesejukan
Yang tak pernah aku rasakan sebelumnya
Reff :
Tapi ternyata kau ada yang memiliki
Sungguh kau buatku kecewa
Aku terluka melihatmu dengannya
Sungguh ku ingin kau menyadari
Tanpa disadari cinta itu hadir
Dan aku tak sanggup menghindari
Kau berikan aku kesejukan
Yang tak pernah aku rasakan sebelumnya
Back to Reff:
Ingin aku untuk melupakan bayanganmu
Berhenti untuk mengejarmu… Ooo…Ooo
Back to Reff:

perkembangan teori atom

Perkembangan Teori Atom

1. Teori Atom John Dalton
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
  1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
  2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
  3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
  4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru. Seperti gambar berikut ini:
model atom dalton
Kelemahan:
Teori dalton tidak menerangkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.
2. Teori Atom J. J. Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.
Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Yang menyatakan bahwa:
“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”
Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal. Model atom Thomson dapat digambarkan sebagai berikut:
atom thomson
Kelemahan:
Kelemahan model atom Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
3. Teori Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan Erners Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi, diperoleh beberapa kesipulan beberapa berikut:
  1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
  2. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
  3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom Rutherford yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.
Model atom Rutherford dapat digambarkan sebagai beriukut:
atom rutherford
Kelemahan:
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
4. Teori Atom Bohr
ada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:
  1. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
  2. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
  3. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE = hv.
  4. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.
Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.
atom Bohr
Kelemahan:
Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.
5. Teori Atom Modern
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.
Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.
atom modern
Persamaan Schrodinger
persamaan
x,y dan z
Y
m
Ñ’
E
V
= Posisi dalam tiga dimensi
= Fungsi gelombang
= massa
= h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14
= Energi total
= Energi potensial
Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.
Ciri khas model atom mekanika gelombang
  1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom)
  2. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)
  3. Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.

besaran pokok dan besaran turunan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

A. Besaran Pokok (Base Quantities)

Besaran yang digunakan dalam fisika dibedakan menjadi dua, yaitu besaran pokok (Base Quantities) dan besaran turunan (Derived Quantities). Besaran pokok adalah besaran adalah besaran yang satuannya didefinisikan terlebih dahulu dan tidak dapat dijabarkan dari besaran lain. Besaran pokok (base Quantities) ada tujuh buah. Ketujuh besaran pokok tersebut dapat kamu lihat pada tabel berikut ini,
No Besaran Satuan Lambang Satuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
panjang
massa
waktu
suhu
kuat arus
intensitas cahaya
jumlah zat
meter
kilogram
sekon
kelvin
ampere
kandela
mol
m
kg
s
K
A
cd
mol
1.  Standar dan Alat Ukur Panjang
Panjang adalah jarak antara dua titik di dalam ruang. Menurut satuan SI, besaran panjang dinyatakan dalam meter. Satu meter sama dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299.792.458 sekon. Besaran panjang diukur dengan menggunakan mistar , stikmeter (meteran gulung), jangka sorong, dan mikrometer skrup. Adapun ketelitian dari masing masing alat tersebut adalah sebagai berikut :
  • Mistar (ruler)  memiliki ketelitian 1 mm
  • stikmeter (measuring tape) memiliki ketelitian 1 mm
  • Jangka sorong (Vernier Calipers) ketelitiannya 0,1 mm
  • Mikrometer Skrup (micrometer screw gauge) ketelitiannya 0,01 mm
2.  Standar dan Alat Ukur Massa
Massa suatu benda adalah banyak zat yang dikandung benda tersebut. Menurut satuan SI, satuan massa adalah kilogram (kg). Dalam kehidupan sehari hari, kita sering menggunakan istilah berat. Misalnya, berat badan Budi 55 kg. Menurut fisika ungkapan tersebut tidak tepat, karena 55 kg adalah massa badan Budi. Berat dalam fisika memiliki pengertian yang berbeda dengan berat dalam kehidupan sehari hari. Menurut fisika, berat adalah gaya yang dialami oleh suatu benda yang mempunyai massa yang diakibatkan karena adanya gaya tarik bumi. Sesuai dengan pengertian ini, maka berat suatu benda di tempat tempat yang berlainan mungkin berbeda beda tergantung besarnya gaya grafitasi di tempat tersebut.
Satu kilogram didefinisikan sebagai massa dari suatu silinder yang dibuat dari campuran platina-iridium yang disebut kiligram standar, yang disimpan di Lembaga berat dan ukuran Internasional di Paris, Perancis. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran massa adalah neraca. Terdapat beberapa jenis neraca, antara lain neraca duduk, neraca elektronik, dan neraca lengan.
3.  Standar dan Alat Ukur Waktu
Satuan standar untuk waktu adalah seko atau detik. Satu sekon didefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9.192.631.770 kali. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran waktu antara lain arloji dan  stopwatch.
4.  Standar dan Alat Ukur Suhu
thermometer1 Suhu merupakan derajat panas dinginnya suatu benda. Satuan standar untuk suhu adalah Kelvin. Satuan lain yang sering digunakan di Indonesia adalah derajat Celcius, sedangkan di Amerika dan Inggris pada umumnya menggunakan derajat fahrenheit. Alat untuk mengukur suhu adalah termometer. Untuk mengetahui lebih jauh tentang suhu, akan dibahas lebih rinci pada artikel berikutnya.

B. Besaran Turunan (Derived Quantities)

Besaran turunan adalah besaran yang satuan satuannya diturunkan dari satuan-satuan besaran pokok. Jumlah besaran turunan sangat banyak, semakin berkembangnya ilmu fisika, dimungkinkan akan muncul lagi besaran turunan yang baru. Contoh besaran turunan yang sekarang dikenal dapat kamu lihat pada tabel berikut ini.
No. Besaran Satuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
luas
volume
kecepatan
gaya
massa jenis
daya
usaha
meter persegi
meter kubik
meter per sekon
newton
kilogram per meter kubik
watt
joule
Alat Ukur Besaran Turunan
Pada pembahasan alat ukur sebelumnya, seluruhnya termasuk alat ukur besaran pokok. Bagaimanakan mengukur besaran turunan? Saat ini banyak besaran turunan yang dapat diukur secara langsung, artinya sudah ada alat ukurnya. Misalnya, tekanan udara diukur dengan barometer, gaya diukur dengan dinanometer. dan volume air diukur dengan gelas ukur. Sementara itu untuk mengukur luas atau volume suatu benda yang bentuknya beraturan kita dapat menggunakan rumus matematika.

Minggu, 05 Agustus 2012

price tag

Okay, Coconut man, Moon Heads and Pea
You ready
Seems like everybody’s got a price,
I wonder how they sleep at night.
When the sale comes first,
And the truth comes second,
Just stop, for a minute and
Smile
Why is everybody so serious
Acting so damn mysterious
Got your shades on your eyes
And your heels so high
That you can’t even have a good time
Everybody look to their left (yeah)
Everybody look to their right (ha)
Can you feel that (yeah)
We’re paying with love tonight
It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance,
Forget about the Price Tag
Ain’t about the (uh) Cha-Ching Cha-Ching.
Aint about the (yeah) Ba-Bling Ba-Bling
Wanna make the world dance,
Forget about the Price Tag.
Okay!
We need to take it back in time,
When music made us all unite
And it wasn’t low blows and video hoes,
Am I the only one getting tired
Why is everybody so obsessed
Money can’t buy us happiness
Can we all slow down and enjoy right now
Guarantee we’ll be feeling Alright.
Everybody look to their left (yeah)
Everybody look to their right (ha)
Can you feel that (yeah)
We’re paying with love tonight
It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance,
Forget about the Price Tag
Ain’t about the (uh) Cha-Ching Cha-Ching.

Aint about the (yeah) Ba-Bling Ba-Bling
Wanna make the world dance,
Forget about the Price Tag.
[B.o.B]
Yeah yeah
Well, keep the price tag
And take the cash back
Just give me six strings and a half stACK.
And you can keep the cars
Leave me the garage
And all I..
Yes all I need are keys and guitars
And its with in 30 seconds I’m leaving to Mars
Yeah we leaping across these undefeatable odds
Its like this man, you can’t put a price on the life
We do this for the love so we fight and sacrifice everynight
So we aint gon stumble and fall never
Waiting to see this in the sign of defeat uh uh
So we gon keep everyone moving their feet
So bring back the beat and then everyone sing
It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance,
Forget about the Price Tag
Ain’t about the (uh) Cha-Ching Cha-Ching.
Aint about the (yeah) Ba-Bling Ba-Bling
Wanna make the world dance,
Forget about the Price Tag.
It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We just wanna make the world dance,
Forget about the Price Tag
Ain’t about the (uh) Cha-Ching Cha-Ching.
Aint about the (yeah) Ba-Bling Ba-Bling
Wanna make the world dance,
Forget about the Price Tag.
[Jessie J -Outro]
Yeah, yeah
Oo-oooh
Forget about the price tag.

raisa -- could it be --

Lirik Lagu Raisa Could It Be Testo Letras
kau datang dan jantungku berdegup kencang
kau buatku terbang melayang
tiada ku sangka getaran ini ada
saat jumpa yang pertama
* mataku tak dapat terlepas darimu
perhatikan setiap tingkahmu
tertawa pada setiap candamu
saat jumpa yang pertama
reff:
could it be love, could it be love
could it be, could it be, could it be love
could it be love, could it be love
could this be something that i never had
could it be love
repeat *
repeat reff [2x]
oh mungkinkah ini cinta